PSBB Ketat DKI Jakarta, Satpol PP Ancam Tutup Paksa Indomaret

PSBB Ketat DKI Jakarta, Satpol PP Ancam Tutup Paksa Indomaret

JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. 

Kebijakan ini menindaklanjuti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat di wilayah Jawa dan Bali, mulai 11-25 Januari 2021.

Sejalan dengan perpanjangan PSBB ketat selama dua pekan kedepan di Ibukota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengawasan dan penindakan kepada sektor usaha ataupun perorangan yang melanggar.

”Jangan heran kalau kami tutup paksa nanti jam 19.00 Wib kalau masih buka” ujar Arif, anggota Satpol PP di Indomaret, Jalan Gading Raya, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Beberapa anggota Satpol PP menggunakan mobil operasional mendatangi minimarket tersebut saat beberapa karyawannya sedang sibuk menurunkan barang kiriman kantor pusat dari mobil truk.

”Saya kira operasi masker seperti biasanya. Kalau soal jam operasional belum ada perintah tutup Jam 19.00 Wib dari kantor pusat. Saya sebagai karyawan ngikut aturan kantor pusat  operasional sampai jam 21.00 Wib” kata Ayu, karyawan Indomaret.

Keputusan untuk memperketat kembali masa PSBB di Ibukota tertuang dalam Keputusan Gubernur No.19/2021 dan Peraturan Gubernur No. 3/2021.

Dalam pelaksanaan PSBB ketat sejumlah kegiatan dibatasi yakni aktivitas di tempat kerja atau perkantoran, kegiatan belajar mengajar, peribadatan, dan kegiatan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Meski demikian masih ada sektor esensial yang diperbolehkan beroperasi 100 persen selama PSBB ketat dengan pengaturan jam operasional, diantaranya :

    Sektor energi, komunikasi dan IT, Keuangan, logistik, perhotelan, industri,   pelayanan dasar, utilitas publik, dan obyke vital nasional.

    Tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, antara lain pasar rakyat, toko swalayan, berjenis minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan dan toko khusus baik berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan, dan toko/warung kelontong. (hy)

    jakarta
    Heriyoko

    Heriyoko

    Previous Article

    Keluarga Korban Sriwijaya Air Datangi Posko...

    Next Article

    Tim DVI Mulai Identifikasi Korban Pesawat...

    Related Posts

    Peringkat

    Profle

    Heriyoko

    Nisa

    Nisa

    Postingan Bulan ini: 29

    Postingan Tahun ini: 29

    Registered: Dec 21, 2020

    Calvin Maruli

    Calvin Maruli

    Postingan Bulan ini: 10

    Postingan Tahun ini: 10

    Registered: Nov 8, 2020

    Heri Nasution

    Heri Nasution

    Postingan Bulan ini: 5

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Nov 28, 2020

    Alfrets Everhard Kandou

    Alfrets Everhard Kandou

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Jan 9, 2021

    Profle

    Calvin Maruli

    Warga dan Pedagang di Jakarta Mengeluh, Tahu dan Tempe  Masih Langka
    PPKM Jawa Bali, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat
    Didepan Pejabat Eselon II dan Lingkup Sekda, Wabup Bogor: Tingkatkan SDM dan Gerak Cepat
    Kementerian Perhubungan Luncur Aplikasi Jakarta Electronic Ticketing Bus (Jaketbus), Ini Caranya

    Follow Us

    Recommended Posts

    Lockdown Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang
    34 Jenazah Terindetifikasi dari 62 Korban Musibah Sriwijaya Air
    24 Korban Sriwijaya Air Terindentifikasi, 4 Jenazah Diserahkan Kepada Keluarga
    PSBB Ketat 2021, Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi
    KPAI Apresiasi Sekolah di Pulau Terluar Lebih Tertib Prokes

    Tags